Teknologi Informasi adalah teknologi yang dibangun dengan basis
utama teknologi komputer. Perkembangan yang terus berlanjut dari teknologi
membawa aplikasi utama teknologi ini pada proses pengolahan data yang berujung
pada informasi. Teknologi informasi menjadi sebuah teknologi yang lebih luas
pengaruh dan implikasinya dibandingkan teknologi komputer, yang awalnya hanya
berkembang dalam dunia komputasi, hitung menghitung. Prinsipnya aplikasi
teknologi informasi adalah alat bantu bagi Manusia untuk
mengolah data menjadi informasi. Informasi
ini kemudian dimanfaatkan oleh manusia, baik secara langsung maupun tidak
langsung untuk menjalankan pekerjaannya. Penerapan teknologi informasi di dalam
kehidupan akan selalu berkembang mengikuti kebutuhan manusia yang semakin
kompleks dan bervariasi. Komponen dasar pembentuk teknologi selain teknologi
komputer disebabkan karena berkembangnya bidang Telekomunikasi.
Perkembangan telekomunikasi dianggap sebagai salah satu sebab utama munculnya
revolusi informasi yang terjadi saat ini.[1].
Peradaban
umat manusia saat ini telah memasuki satu masa baru Masyarakat informasi. Pada saat ini informasi
menjadi sesuatu yang lebih bernilai, dengan penguasaaan informasi yang tepat,
sebuah bangsa akan mengenal jati dirinya dan sebuah bangsa akan tahu kemana
jalan untuk menuju kejayaan dan kebesarannya. Bangsa Indonesia berinisiatif
membuat komunitas informasi dan menititik beratkan seluruh gerak bangsa saat
ini harus dikonsentrasikan pada informasi. Basis informasi sumber daya alam
yang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini sebenarnya sumber kemakmuran utama
bangsa. Teknologi informasi akan menjadi jalan baru untuk mencapai tujuan dan
cita-cita luhur Bangsa.
Terutama dengan otonomi daerah dan penerapan e-Government, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk
menerapkan manajemen perubahan terhadap efisiensi, efektivitas dan transparansi
dengan memberikan pelayanan pemerintah secara elektronis melalui pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi dan
bertujuan mewujudkan Tata laksana pemerintahan yang baik good
governance bagai pemerintah baik pusat dan daerah. Hal ini berkaitan dengan
peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat dan penyelenggaraan Otonomi daerah dengan
pemanfaatan teknologi telematika, khususnya Internet.
Dengan demikian beban penyelenggaraan negara yang selama ini dipusatkan bisa
didukung bersama dan sudah tentu bertujuan agar perimbangan pendapatan daerah
menjadi lebih proporsional dan tercapainya kemakmuran bangsa dari Sabang sampai
Merauke[2].
Sejarah Teknologi Informasi di
Indonesia
Menurut catatan yang
dibuat oleh Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Indonesia, teknologi Komputer baru
diperkenalkan di Indonesia dalam kurun waktu antara tahun 1970 sampai dengan
tahun 1972-an. Universitas Indonesia termasuk salah satu
perguruan tinggi pertama yang menjadi salah satu tempat pengenalan teknologi
komputer di Indonesia. Dari Universitas Indonesia inilah teknologi komputer
mulai disebarluaskan. Pada periode tahun 1972 sampai tahun 1975 PUSILKOM UI
mulai melakukan kegiatan operasional komputasi di lingkungan Universitas
Indonesia (UI). Salah satu dosen UI yang pertama menggeluti teknologi komputer
adalah Indro S.Suwandi PhD
dan dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka yang memperkenalkan teknologi
komputer di Indonesia.
Pada periode 1975 sampai
dengan 1986, Universitas Indonesia bekerjasama dengan sebuah organisasi IPKIN
(Ikatan pemakai komputer Indonesia) dengan mengirimkan empat orang staf
pengajar PUSILKOM untuk studi lanjutan tentang ilmu komputer di Amerika. IPKIN
adalah sebuah organisasi yang menghimpun para pemakai komputer dan
memperkenalkan komputer secara intensif ke masyarakat. Pada tahun 1979, Organisasi
ini melakukan kegiatan Konferensi Komputer Nasional yang pertama, selain itu
juga bekerjasama dengan Asosiasi Komputer dari Jepang (CICC) untuk membuka
kesempatan belajar teknologi komputer dari Jepang. IPKIN bertujuan untuk
menunjang pembangunan nasional lewat pemanfaatan dan pengembangan Teknologi
Komputer Informatika di Indonesia bisa tercapai dan berperan sebagai wadah
komunikasi, konsultasi dan koordinasi antar anggota http://www.ipkin.or.id/ Diarsipkan
2015-04-02 di Wayback Machine.
Pada tahun 1984, terjadi
perkembangan yang drastis, dimana jaringan teknologi di Indonesia sudah mulai
terhubung ke internet melalui jaringan UI-net, sebuah jaringan internal kampus
UI yang terhubung melalui UU-net. 1986, UInet di Indonesia berhasil
menghubungkan kampus-kampus besar seperti ITB, UGM, ITS, UNHAS, Universitsas
Terbuka dan Dirjen Pendidikan Tinggi (DKTI) Depdikbud. Jaringan besar ini
disebut UNINET yaitu jaringan yang dibuat dengan bantuan luar negeri dengan
menggunakan infrastruktur jaringan telpon kabel konvensional, SKDP milik PT
Indosat, serta SKDP via satelit (Packsatnet). DKTI dan Dirjen Pos &
Telekomunikasi (POSTEL) pada saat itu berkolaborasi untuk menghubungkan
Perguruan Tinggi Negri di seluruh Indonesia dengan menempatkan empat buah
server nasional yang dibuat dan diletakan di lokasi ITB, UI, UGM dan ITS.
Jaringan besar pertama di Indonesia ini terhubung ke jaringan-jaringan komputer
besar dunia seperti Biznet Networks, CSNET, usenet, UUCPNET,
UUNET, KAIST, MUNNARI, bahkan jaringan ARPANET yang
jadi cikal bakal jaringan internet saat itu juga bisa dihubungi. UI-net
terhubung ke UUnet dengan menggunakan Modem kecepatan yang
sangat rendah 300 bps, aplikasi yang sering dipakai saat itu adalah e-mail,
FTP, dan news-net melalui use-net. Pada tahun 1988 sampai 1989 UI dipilih
menjadi Gerbang jaringan (gateway) internet pertama di
Indonesia, sekaligus menjadi koordinator pendaftaran domain.id internet
berbasis protokol UUC. Pada rentang waktu antara 1986 sampai dengna 1993,
PUSILKOM UI ditunjuk oleh Depdikbud sebagai salah satu Pusat Antar Universitas
(PAU) dalam bidang Ilmu Komputer. Pada tahun 1993 berdirilah dan diresmikanlah
Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) oleh mendikbud di lingkungan Universitas Indonesia.
Universitas Indonesia secara aktif melakukan pemanfaatan dan pengembangan
teknologi komputer melalui Pusat Ilmu Komputer (PUSILKOM UI) dan Fakultas Ilmu
Komputer (FASILKOM UI), berdirinya fakultas ilmu komputer yang pertama ini
merupakan pengakuan atas keberadaan ilmu komputer sebagai suatu disiplin ilmu
mandiri. Kemudian banyak bermunculan program ilmu komputer di perguruan tinggi
swasta dan juga merupakan universitas yang diperhitungkan oleh masyarakat.
Pada tanggal 4 Maret 1993,
jaringan komputer Indonesia secara resmi tergabung dan terhubung dengan
jaringan internet dunia. Domain Indonesia.id mulai diakui
keberadaannya di internet. Badan internet dunia (IANA) secara resmi memberikan
domain .id untuk jaringan komputer yang ada di Indonesia dengan menggunakan Protokol
TCP/IP yang pertama di Indonesia. Pada tahun yang sama IPTEKNET menjadi situs
pertama yang terhubung dengan internet. Satu tahun kemudian barulah muncul penyedia jasa Internet/Internet service
provider (ISP) pertama di Indonesia. Indonet http://www.indo.net.id/
menjadi ISP resmi pertama yang beroperasi untuk pengguna internet dalam negeri
dan di bulan Maret 1994 jangkauan operasi ISP telah mencapai 28 kota di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan,
dan NTB. Pada tahun 1995 Departemen Pekerjaan Umum tercatat sebagai instansi
departement pemerintahan Indonesia yang pertama kali online http://www.pu.go.id/. Pada tahun 1996 terbentuk
Asosiasi Penyelenggara
Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mewadahi munculnya banyak ISP yang
memberikan layanan internet di Indonesia. Pada tahun 1998 Pemerintah
daerah mulai masuk ke internet. Pemda pertama yang melakukan koneksi ke
internet adalah Pemerintah Daerah Kota
Samarinda http://www.samarindakota.go.id/.
Kurang dari setahun sejak
dikeluarkannya Undang-Undang Telekomunikasi
yang baru (UU No.36/1999 tentang Telekomunikasi http://www.apjii.or.id/uu36/ Diarsipkan
2014-10-24 di Wayback Machine. mulai tahun 1999 inisiatif gerakan
berbasis teknologi informasi mulai mencapai puncaknya. Beberapa puluh
perusahaan dotcom bermunculan dengan sangat cepat, termasuk media-media yang
memiliki segmen pendidikan teknologi informasi mulai bermunculan di Indonesia.
Kegiatan Promosi (pemasaran), Pameran, Seminar,
konfrensi international teknologi informasi mulai muncul dengan sangat
beruntun. Jumlah ISP (Internet Service Provider) atau Pengelola Jasa Internet
Indonesia (PJI) membengkak dari kisaran jumlah 20 sampai dengan 30 menjadi
berkisar 160 buah ISP. Layanan Voice
over IP (Voice over Internet Protocol) yang diberikan ISP mulai menjamur.
Sehingga akhirnya pemerintah membatasi jumlahnya. Merujuk dari data yang
dirangkum Net Index pada sampel data September 2013, kecepatan internet
broadband di Indonesia
mencapai 3,29 Mbps. Sementara pada bulan Agustus 2014 kecepatan meningkat
menjadi 4,79 Mbps. Sayangnya soal kecepatan internet, Indonesia masih
tertinggal jauh dibandingkan negara-negara lainnya. Indonesia berada di
peringkat 144 internet broadband dari 194 negara. Net Index juga mencatatkan 20
ISP tercepat di Indonesia, Linknett menjadi ISP yang mampu memberikan kecepatan
internet tercepat di Indonesia dengan memberikan kecepatan unduhan hingga 17,07
Mbps Daftar
ISP tercepat di Indonesia.
Secara nasional pemerintah
sendiri juga meluncurkan portal nasional pada tanggal 20 Mei 2002 http://www.indonesia.go.id/ yang
diharapkan menjadi pelopor konsep e-Indonesia. Tidak hanya itu, pemerintahan
baru, Joko
Widodo menyatakan rencananya untuk membangun pemerintahan yang bersih dan
efisien melalui penerapan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi online,
Jokowi ingin menerapkan aplikasi e-budgeting, e-procurement, e-purchasing,
e-catalog, e-audit, pajak online, IMB online Pemerintah
Digital. Saat ini yang sudah berjalan adalah e-KTP, BPJS dan baru-baru saja
sejumlah kepala daerah bertemu dalam Forum Orientasi Kepemimpinan dalam
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (OKPPD) yang digelar Kemendagri menyepakati
percepatan penggunaan e-Budgeting di Indonesia Penerapan
e-budgeting.
Gaya Informasi Pemimpin Masa Kini
Melalui Teknologi Informasi
- KOTA
KEMBANG KOTA CERDAS'‘’
Pemerintah Kota Bandung
berupaya menyelesaikan masalah-masalah di kotanya dengan solusi yang juga
kreatif yaitu menjadi KOTA CERDAS adalah salah satu caranya. Ridwan Kamil
dipercaya sebagai pemimpin di Kota Kembang dan terpilih pada tahun 2013. Pria
yang memiliki latar belakang sebagai arsitek kelahiran kota kembang dengan
prestasi kelas dunia ini. Menerapkan beberapa kebijakan dengan
mensosialisasikan segala kebijakan dengan menggunakan teknologi informasi
melalui media sosial, yaitu Twitter dan Facebook. Program-program yang
dilakukan, antara lain:
- Mewajibkan
seluruh SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), camat dan lurah di Bandung
untuk memiliki akun Twitter. Ini adalah kiat Ridwan Kamil merevolusi cara
berkomunikasi antara pemerintah dan warga supaya ada saluran komunikasi
langsung yang terbuka setiap saat.
- Kanal
YouTube
resmi Pemkot Bandung yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika
(Diskominfo) Kota Bandung, menghimbau agar tiap aktivitas pemerintah
diabadikan dalam wujud foto/video, misal program perbaikan jalan,
penertiban lalu lintas dan razia oleh aparat bisa dilihat di akun Twitter
SKPD bersangkutan ataupun melalui kanal You Tube
- Mendirikan
ruang lingkup Smart City yang mencakup antara lain bidang transportasi,
kesehatan, pendidikan, energi, e-governement, lalu lintas, e-payment,
dll.
- Melatih
jajaran aparat yang lebih smart dan tech-oriented, serta
memulai inisiatif open government. Bekerjasama dengan pihak swasta
dalam penyediaan jalur fiber optic dan bandwidth internet.
Saat ini jaringan sudah terhubung ke seluruh kantor SKPD dan beberapa
kamera CCTV milik Pemkot.
- Bandung
telah mewujudkan pusat kendali kota yaitu Bandung Command Center (BCC),
mencontoh kisah sukses manajemen kota Seoul, ibu kota Korea
Selatan. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan akses yang cepat
dan efisien kepada masyarakat untuk memberikan bantuan terhadap
permasalahan kota, secara 24 jam, dimana saja dalam wilayah pemerintahan
Kota Bandung. Hal
tersebut dimungkinkan karena di ruangan yang desainnya mirip kokpit
pesawat Star Trek ini, banyak sekali data yang bisa diakses. Misalnya
laporan dan opini warga dari aplikasi dan media sosial, pantauan kamera
CCTV dari jalan raya, peta kondisi lalu lintas, GPS tracker untuk
melacak posisi kendaraan dinas, maupun data-data internal dari semua SKPD.
- Pada April 2015, Pemkot Bandung berencana menggelar groundbreaking pembangunanan Teknopolis. Teknopolis dirancang sebagai kota mandiri di kawasan Gedebage, Bandung Timur, seluas seribu hektar yang disiapkan sebagai pusat industri teknologi informasi dan komunikasi.

No comments:
Post a Comment